Jaga Stabilitas Harga Batu Bara, Adaro Belum Berencana Tambah Produksi

PT Adaro Energy belum berencana menaikan produksi batu bara, meski pemerintah memutuskan penambahan kuota ekspor pada 2021.

Chief Financial Officer Adaro Energy Luckman Lie mengatakan, Adaro Energy merencanakan produksu batu bara sebesar 52 juta sampai 54 juta ton pada 2021.

 

Target tersebut akan tetap dipertahankan meski pemerintah akan meningkatkan kuota produksi dari 550 juta ton menjadi 625 juta ton, untuk menunjang peningkatan ekspor batubara

“Saya kira kita stick dulu dengan produksi yang sudah kita targetkan,” kata Luckman, di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Menurut Luckman, keputusan Adaro menjaga tingkat produksi bertujuan agar stok [batu bara](https://www.liputan6.com/tag/batu-bara “”) tidak membanjiri pasar, sehingga harganya tetap stabil.

“Kita juga harus menjaga harga pasar batu bara. Jangan sampai kita banjiri juga yang bisa menyebabkan turunnya harga batu bara itu sendiri,” tuturnya.

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengungkapkan, keputusan pemerintah meningkatkan ekspor batu bara dan sumber daya alam lainnya merupakan peluang atas ketegangan antara China dan Australia. Sehingga membuat China menghentikan pasokan batubara dari Australia.

“Kita sih diuntungkan ya, karena mereka kan stop batu bara dari Australi kan. Jadi, kita ada peluang, makanya kenapa kok pemerintah memberikan kelonggaran untuk ekspor,” ujarnya.